BAB
I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan
yang memiliki wilayah laut yang sangat luas. Hal ini merupakan potensi sumber
daya terpendam yang sangat besar untuk dikembangkan. Sektor kelautan dan perikanan
sangat dibutuhkan perannya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang
bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk nelayan dan
keluarganya.
Sebagian besar kegiatan perikanan di
Indonesia tidak memiliki dasar teori maupun ilmu pengetahuan yang benar tentang
dunia perikanan. Untuk mengajarkan para
pembudidaya dan nelayan tentang dunia perikanan maka dibutuhkan proses
penyuluhan yang baik. Dengan adanya penyuluhan maka masyarakat perikanan dapat
mendapatkan keuntungan yang maksimal dari pekerjaan mereka yang berhubungan
dengan dunia perikanan.
Dalam kegiatan usaha perikanan, terlibat
tiga unsur utama yaitu komoditas perikanan, lingkungan dan manusia sebagai
pengelolanya. Upaya meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan dapat
dilakukan melalui perbaikan pengelolaan proses produksi dan pasca panen
perikanan tangkap maupun budidaya, penerapan teknologi yang tepat, memperbaiki
keadaan lingkungan, serta sangat penting untuk meningkatkan kemampuan manajemen
dan sumber daya manusianya.
1.2. Tujuan
Mengamati kegiatan perikanan yang ada di
daerah Sedati serta mengamati penyuluhan yang sudah dilakukan guna meningkatkan
sumber daya manusia pada bidang perikanan yang dilakukan sesuai dengan yang
dibutuhkan oleh para nelayan dan petani ikan yang ada di daerah Sedati.
1.3. Rumusan
Masalah
Banyaknya masyarakat perikanan yang
belum mengetahui tentang teori budidaya serta teori – teori lainnya tentang
dunia perikanan. Hal ini menyebabkan pendapatan masyarakat perikanan tidak
maksimal dan pada akhirnya akan menyebabkan kemiskinan.
Untuk
mengatasi masalah ini, harus dilakukan penyuluhan oleh dinas perikanan maupun
pihak lain yang memiliki pengetahuan tentang perikanan. Penyuluhan tersebut
harus dilakukan dengan langsung terjun ke lapangan dan mempraktekkannya,
sehingga masyarakat perikanan yang menjadi peserta penyuluhan percaya dan mau
melakukan segala sesuatu yang diajarkan dalam penyuluhan tersebut.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2. Tinjauan
Pustaka
2.1. Pentingnya
Penyuluhan
Suatu masyarakat tidak dapat maju dengan
sendirinya tanpa adanya pembangunan. Pembangunan itu sendiri akan berlangsung
bila masyarakat telah dapat lepas dari problema kehldupan yang dihadapi. Sebagian
besar masyarakat memiliki· persoalan kehidupan yang spesifik.
Petani ikan dan nelayan memiliki
persoalan kehidupan yang khas, yang umumnya masih berkutat dengan persoalan
peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan. Dengan semakin berkembangnya inovasi
dan teknologi di bidang peri kanan, maka diperlukan sebuah kegiatan untuk
melakukan perubahan-perubahan kepada masyarakat untuk mengatasi isu yang dihadapi
terlebih dahulu.
Guna melaksanakan perubahan tersebut,
diperlukan kegiatan penyuluhan yang merupakan wahana untuk melakukan perubahan.
Penyuluhan sangat diperlukan dalam pengembangan masyarakat tani dan nelayan
agar masyarakat mampu mandiri.
2.2. Definisi
Penyuluhan
Penyuluhan berasal dari kata suluh yang berarti obor. Dalam hal ini
tentu dimaksudkan untuk memberikan informasi, wawasan, pengetahuan,
ketrampilan, teknologi, dan lain – lain kepaada seseorang atau masyarakat untuk
menjadi tahu atau lebih tahu.
Menurut Claar Et al, mengartikan penyuluhan sebagai jenis pendidikan
pemecahan masalah yang berorientasi pada tindakan yang mengajarkan sesuatu,
mendemonstrasikan, memotivasi, tapi tidak melakukan pengaturan dan juga tidak
melaksanakan program yang bersifat non-edukatif.
Dalam konteks yang ada di Indonesia,
terutama dalam bidang pertanian, definisi yang diberikan oleh Samsudin mungkin lebih sesuai, yakni
sebagai suatu usaha pendidikan non formal yang dimaksudkan untuk mengajak orang
sadar dan mau melaksanakan ide – ide baru, dengan tanpa adanya pemaksaan.
Adapun Sayogo menyebutkan bahwa
penyuluhan adalah suatu proses untuk memberikan penerangan kepada masyarakat
tentang segala sesuatu yang belum diketahuinya dengan jelas untuk dilaksanakan
dalam rangka meningkatkan produksi dan pendapatan yang ingin dicapai melalui
suatu kegiatan. Lebih lanjut menurutnya harus menggunakan falsafah tiga, yaitu teach, truth dan trust, yakni pendidikan, kebenarana dan kepercayaan.
Secara terurai Mardikanto menyebutkan bahwa
penyuluhan dapat dipahami sebagai lima proses, yakni sebagai proses penyebaran
informasi, proses penerangan, proses perubahan perilaku, proses pendidikan dan
proses rekayasa sosial. Sehingga dalam penyuluhan perikanan, untuk
menafsirkannya dapat dilihat berdasarkan konteks permasalahan atau materi yang
sedang dibahas.
2.3. Metode
Penyuluhan
Terdapat
tiga metode penyuluhan yang dapat digunakan dalam pelaksanaan program
penyuluhan yaitu:
a) Pendekatan
perorangan, misalnya kegiatan kunjungan perorangan, konsultasi ke rumah,
penggunaann surat atau telpon, dan magang.
b) Pendekatan
kelompok, misalnya kursus tani-nelayan, demonstrasi cara atau hasil, kunjungan
kelompak, karyawisata, diskusi kelompok, ceramah, pertunjukan film, slide,
karyawisata, penyebaran brosur, buletin, folder, liptan, asah terampil,
sarasehan, rembug utama atau madya, temu wicara, temu usaha, temu karya, temu
lapang dll.
c) Pendekatan
massal seperti pameran, Pekan Nasional (Penas), Pekan Daerah (Peda),
Pertunjukan film atau wayang, drama, penyebaran pesan melalui Siaran radio,
televisi, surat kabar, selebaran atau majalah, pemasangan poster atau spanduk
dan sebagainya.
Metode pendekatan
penyuluhan dapat bersifat persuasif, edukatif, komunikatif, akomodatif dan
fasilitatif.
·
Persuasif
Mampu
meyakinkan khalayak yang disuluh, sehingga mereka merasa tertarik terhadap hal
– hal yang disampaikan
·
Edukatif
Penyuluh
perikanan harus bersikap dan berperilaku sebagai pendidik dengan penuh
kesabaran dan ketekunan membimbing masyaarakat
·
Komunikatif
Penyuluh
perikanan harus mampu berkomunikasi dan menciptakan iklim serta suasan
sedemikian rupa sehingga tercipta suasana yang akrab, terbuka serta timbal
balik.
·
Akomodatif
Saat
diajukannya permasalahan di bidang perikanan oleh masyarakat, penyuluh
perikanan harus mampu mengakomodasikan, menampung, dan memberikan pemecahannya
dengan sikap dan bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh khalayak yang
disuluh.
·
Fasilitatif
Penyuluh
perikanan harus mampu memanfaatkan jejaring kerja penyuluhan perikanan untuk
menghubungkan antara khalayak yang disuluh dengan pihak yang lain seperti sumer
informasi, akses pasar dan lain – lain.
2.4. Materi
Penyuluhan Perikanan
Materi
penyuluhan dapat berupa salah satu atau lebih dari enam aspek yaitu :
·
Aspek Teknologi
Berupa
penerapan IPTEK di bidang perikanan atau bidang lainnya untuk mengangkat
produktivitas secara bertanggung jawab.
·
Aspek Manajemen
Penerapan
manajemen yang baik dalam rangka efektifitas dan efisiensi untuk meningkatkan
kinerja usaha perikanan.
·
Aspek Ekonomi
Pemanfaatan
sumber daya ekonomi yang meliputi antara lain penyediaan modal, saran produksi,
informasi potensi sumber daya, informasi prospek dan peluang usaha atau
jaringan pasar yang diperlukan untuk mengembangkan.
·
Aspek Ekologis
Pemahaman
dan kesadaran tentang arti penting kelestarian sumber daya alam agar usaha atau
kegiatannya dapat berkelanjutan dan menjadi lebih baik pada masa yang akan
datang, serta tidak merugikan masyarakat dan lingkungannya.
·
Aspek Sosial dan Budaya
Pengembangan
kondisi sosial dan kesadaran kultural untuk meningkatkan kemampuan dalam
menyalurkan aspirasi serta mengembangkan harkat kemanusiaan dan
kesejahteraannya, dengan mempertimbangkan adat positif setempat.
·
Aspek Hukum
Pemberian
informasi tentang peraturan perundang – undangan sehingga khalayak yang disuluh
menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga negara khususnya yang terkait
dengan bidang perikanan
2.5. Pengertian
Minapolitan
Minapolitan
adalah strategi pembangunan perikanan berbasis kawasan. Program ini adalah
program untuk memajukan perikanan yang ada di Indonesia. Dengan adanya program
ini diharapkan agar sistem perikanan di Indonesia dapat maju pesat yang
nantinya diharapkan menjadi produsen ikan terbesar di dunia.
Kegiatannya
mulai dari fasilitasi, pendampingan, pemberdayaan masyarakat, teknologi,
pembiayaan, serta pemasaran produk perikanan dan kelautan
2.6. Keuntungan
Kawasan Minapolitan
Kawasan
minapolitan merupakan program dari pemerintah. Tentunya, pembentukan kawasan
ini memiliki manfaat dan keuntungan bagi dunia perikanan yaitu dengan adanya
kawasan minapolitan maka:
·
Akan terbentuk
keterkaitan kemakmuran antara wilayah – sinergis dan saling memperkuat sehingga
nilai tambah yang diperoleh akan terbagi secara adil dan proporsional
berdasarkan atas potensi sumber dayanya.
·
Akan
terciptanya pembangunan yang berimbang secara spatial – secara makro akan
menjadi prasyarat bagi tumbuhnya perekonomian nasional yang lebih efisien,
berkeadilan dan berkelanjutan.
·
Akan
terciptanya pertumbuhan yang seoptimal mungkin dari potensi yang dimiliki oleh
suatu wilayah sesuai dengan kapasitasnya.
BAB
III
PENGAMATAN
LAPANGAN
3. Pengamatan
Lapangan
3.1. Kondisi
Masyarakat Perikanan Sedati
Masyarakat perikanan yang ada di Sedati
melakukan berbagai macam kegiatan perikanan seperti membudidayakan ikan,
memngelola usaha kolam pancing, melakukan penangkapan ikan, serta melakukan
kegiatan jual beli di tempat pelelangan ikan yang ada di Sedati. Tetapi saat
ditanya tentang cara budidaya ikan, mereka hanya menjawab sekedarnya dan
terkadang mereka tidak mengetahui tujuan dari cara budidaya mereka itu.
Mereka tidak mengetahui dengan baik
tentang cara budidaya. Selain itu, mereka tidak mengetahui teori yang
diterapkan dalam budidaya tersebut. Dengan demikian, permasalahan yang dihadapi
nelayan di Sedati adalah:
·
Keterbatasan dalam
pengetahuan tentang budidaya perikanan
·
Belum adanya teknologi
yang memadai dalam teknik penangkapan ikan
·
Proses budidaya belum
maksimal karena hanya berdasarkan pada kebiasaan
BAB
IV
PEMBAHASAN
4. Pembahasan
4.1. Hubungan
antara Sistem Penyuluhan dan Pengembangan Kawasan Minapolitan
Departemen Kelautan dan Perikanan
memiliki beberapa tujuan dalam rangka mengembangkan perikanan dan kelautan yang
ada di Indonesia dan salah satu tujuan tersebut adalah dengan pengembangan
minapolitan. Pengembangan minapolitan ini juga dilakukan melalui enam
pendekatan yang salah satunya adalah penyuluhan.
Penyuluhan
merupakan salah satu syarat mutlak dalam kesuksesan pengembangan kawasan
minapolitan, karena melalui sistem penyuluhan akan didapatkan :
•
Penguatan Kelembagaan
•
Pengembangan Jumlah Penyuluh
•
Berperan Sebagai
Fasilisator
•
Berperan Sebagai Pendamping Penerapan Teknologi :
§ Penangkapan ikan
§ Budidaya ikan
§ Pengolahan hasil perikanan.
4.2. Pengembangan
Kawasan Minapolitan di Daerah Sedati
4.2.1.
Melalui Sistem Penyuluhan
Daerah
Sedati merupakan salah satu daerah yang akan dijadikan kawasan Minapolitan.
Oleh karena itu, dilakukan berbagai macam penyuluhan yang ditujukan untuk
mewujudkan suatu kawasan Minapolitan tersebut. Untuk mewujudkannya, maka
dilakukan berbagai macam penyuluhan yang menyangkut peningkatan SDM dan
peningkatan mutu hasil perikanan tersebut.
Sistem penyuluhan yang dilakukan di
daerah Sedati ini dilaksanakan setiap minggu. Sistem penyuluhan tersebut
membahas tentang apa yang dibutuhkan masyarakat perikanan pada saat tersebut,
jadi dengan kata lain masyarakatlah yang menentukan topik apa yang akan dibahas
dalam penyuluhan tersebut. Sistem ini disebut dengan istilah bottom up, ketika
penyuluh tidak dapat memecahkan masalah yang diajukan oleh masyarakat
perikanan, maka penyuluh tersebut akan bertanya pada instansi diatasnya hingga
permasalahan tersebut terpecahkan dan disampaikan kembali pada masyarakat
perikanan tersebut.
Penyampaian materi penyuluhan dilakukan
dengan dua cara yaitu :
·
Penyampaian materi dan
praktek secara langsung
Biasanya
hal ini dilakukan pada penyuluhan tentang pengolahan dan budidaya.
·
Hanya penyampaian
materi
Biasanya
dilakukan pada penyuluhan tentang penangkapan ikan, karena teknologi
penangkapannya tidak berubah.
Masyarakat perikanan di Sedati pada
umumnya melakukan sistem budidaya polikultur. Budidaya polikultur yang
dilakukan adalah budidaya ikan bendeng dan juga udang. Selain kedua budidaya
ini, saat ini juga telah dikembangkan budidaya rumput laut yang dilakukan oleh
masyarakat yang ada di daerah pesisir. Dengan sistem budidaya yang seperti ini
Departemen Kelautan dan Perikanan telah melaksanakan beberapa aspek penyuluhan
yaitu :
1) Aspek
Teknologi
·
Di bidang budidaya,
para pembudidaya telah diberi penyuluhan tentang bagaimana cara menebar benih,
mengatasi hama dan penyakit, melakukan pembesaran, melakukan penetasan,
melakukan panen dan penanganan setelah panen. Penyuluhan ini ditujukan pada
pembudidaya yang kebanyakan adalah kaum laki – laki.
·
Di bidang pengolahan,
diberi penyuluhan tentang cara mengolah hasil perikanan menjadi sesuatu yang
baru yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Penyuluhan ini lebih ditujukan
pada kaum wanita yang terbiasa mengolah bahan mentah menjadi bahan yang siap
saji.
·
Di bidang penangkapan,
pemberian penyuluhan dilakukan dengan cara memberi teknik penangkapan yang baik
agar mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal. Selain itu, para nelayan yang
melakukan penangkapan bisanya dihimbau untuk membawa es batu yang cukup banyak
untuk menjaga kualitas kesegaran dari hasil tangkapannya tersebut. Hal ini
biasa disebut sebagai rantai dingin.
2) Aspek
Ekonomi
Dalam
aspek ekonomi, para pembudidaya diberi bantuan dari Departemen Kelautan dan
Perikanan berupa bantuan dana dan benih.
3) Aspek
Sosial dan Budaya
Dalam aspek ini masyarakat perikanan
diajarkan tentang dinamika sosial yang ada dalam masyarakat. Hal ini
mengajarkan bagaimana masyarakat perikanan dapat bersosialisasi dengan
masyarakat yang lain sehingga dapat melakukan kerja sama dalam kegiatan
perikanan
4.2.2.
Melalui Bantuan Ekonomi
Selain
dengan menggunakan penyuluhan program ini juga memberikan beberapa bantuan
kepada para pembudidaya yang berupa :
·
Memberi bantuan dana
yang berupa paket wirausaha bagi pembudidaya polikultur.
·
Pemberian benih
bandeng, udang, dan rumput laut beserta biaya pengolahannya. Benih yang
diberikan memiliki jumlah yang berbeda beda.
o
Pada benih bandeng
diberikan sebanyak 1 Rean ( 5000 ekor ),
o
Benih udang diberikan
sebanyak 2 Rean ( 10000 ekor ).
o
Benih rumput laun
diberikan sebanyak 1 ton.
BAB
V
PENUTUP
5. Penutup
5.1. Kesimpulan
Dari data yang telah diperolah, maka
dapat disimpulkan bahwa masyarakat perikanan di daerah Sedati telah mendapatkan
banyak penyuluhan tentang teknik budidaya, teknik pengolahan, serta teknik
penangkapan.
Seluruh teknik yang diajarkan tersebut
bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat perikanan, karena nantinya
kawasan Sedati akan dijadikan kawasan Minapolitan. Kawasan ini merupakan
kawasan yang menguasai tentang perikanan yang memiliki visi agar negara
Indonesia menjadi produsen ikan terbesar di dunia.
Penyuluhan merupakan salah satu faktor
penting yang sangat berpengaruh pada pengembangan kawasan minapolitan, karena
dengan adanya penyuluhan maka akan memudahkan mesyarakat perikanan untuk
mendapatkan ilmu pengetahuan yang benar tentang dunia perikanan yang kemudian
akan memberi efek pada peningkatan kualitas SDM.
5.2. Saran
Meskipun
telah dilakukan penyuluhan, tetapi masyarakan perikanan di daerah Sedati belum
sepenuhnya mengerti tentang teknik budidaya, penangkapan dan pengolahan yang
benar. Oleh karena itu, diharapkan agar kegiatan penyuluhan lebih sering
dilakukan dan lebih mendekat kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat lebih
mudah menerima ilmu yang diajarkan pada mereka.
Daftar Pustaka
Aminah S.
(2003). Perencanaan Program Penyuluhan
Perikanan di Desa Anturan, Buleleng, Bali, IPB. Bandung
Samsudin S. (1977). Dasar – Dasar Penyuluhan dan
Modernisasi Pertanian, Bina Cipta, Bandung.
Sayogo B. (1998). Laporan Penelitian Strategi
Penyuluhan Suatu Studi Lkteratur Tentang Strategi Penyuluhan Dalam Proses
Difusi Inovasi, UGM, Depdikbud, Yogyakarta.
Sri Rejeki N. Dan Herawati FA (1999). Dasar – Dasar Komunikasi untuk Penyuluhan, Universitas
Atmajaya. Yogyakarta.
Suprapto T dan Fachrianoor (2004). Komunikasi Penyuluhan, Arti Bumi
Intisari, Yogyakarta.
Oleh : Bagus
Rizki Novianto
Fakultas
Perikanan dan Kelautan
Universitas
Airlangga Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar