PENDAHULUAN
Kerapu kertang (Epinephelus
lanceolatus) adalah jenis ikan yang berpotensi undtuk dibudidayakan karena
dapat dipelihara dalam ruang terbatas, pertumbuhan yang cepat, toleran terhadap
perubahan lingkungan dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi di pasar China,
Hongkong, Singapura, Jepang dan Taiwan.
Jenis ikan pada umumnya dapat ditemukan di daerah estuarine, mangrove
dan muara sungai, di perairan Afrika Timur, Laut Merah, Pakistan, China
Selatan, Jepang Selatan, Hawai, Australia, kepulauan Fitkalin dan
Indonesia. Usaha budidaya pembesaran
belum dapat dikembangkan secara luas karena terbatasnya jumlah benih dari
alam. Kebanyakan produksinya berasal
dari hasil sampingan (by product) budidaya ikan kerapu jenis lainnya di
kurungan jarring apung (KJA).
Fluktuatifnya pasokan benih dari alam memacu penelitian dan perekayasaan
teknologi penyediaan benih Kerapu Kertang secara massal dan terkendali di unit
pembenihan.
Balai besar pengembangan
Budidaya Laut (BBPBL)Lampung melakukan kegiatan perekayasaan pembenihan Kerapu
Kertang sejak tahun 2004, meliputi pembesaran calon induk di KJA, pematangan
gonad pada bak terkendali, serta produksi telur dengan pemijahan rangsang
hormone. Pada tahun 2007 BBPBL telah
berhasil melakukan kegiatan pembenihan Kerapu Kertang.
PENYEDIAAN INDUK
Induk Kerapu Kertang yang digunakan untuk pemijahan
berukuran 23-50 kg/ekor, dipelihara di KJA berukuran 5x5x5 m3, atau
dalam bak semen kapasitas 200 m3 yang sekaligus berfungsi sebagai
bak pemijahan. Padat tebar induk 5 kg
berat badan/m3. Pakan yang
diberikan berupa ikan segar (cumi-cumi + ikan segar + daging kerangan). Selama pemeliharaan, takaran pakan yang
diberikan sebesar 2-3 % dari total berat badan ikan per dua hari sekali. Vitamin E dan multivitamin diberikan sebanyak
10 mg/kg berat badan/minggu. Untuk
mempercepat pematangan gonad, induk diberikan hormone LHRHa secara implant
dengan dosis 10-20 um/kg berat badan/2 bulan sekali.
SELEKSI INDUK
Kematangan kelamin induk jantan Kerapu Kertang dapat
diketahui dengan cara mengurut bagian perut ikan (striping). Sperma ikan siap pijah berwarna putih susu
kental. Kematangan gonad induk betina
diketahui dengan cara kanulasi, yaitu memasukan selang plastic ke dalam lubang
kelamin ikan kemudian dihisap. Telur
siap dipijahkan berdiameter > 450 mikron.
PEMIJAHAN
Pemijahan menggunakan bak semen volume 200 m3
dengan perbandingan berat jantan dan betina 1:1. Teknik pemijahan dengan manipulasi lingkungan
yaitu dengan rangsangan suhu. Media
pemeliharaan dikurangi sampai ketinggian 60-75 cm pada pagi hari dan dibiarkan
terkena sinar matahari kemudian dinaikan kembali seperti semuala pada sore
harinya. Fluktuasi suhu air yang terjadi
akan merangsang induk u tuk memijah.
Pemijahan induk Kerapa Kertang mengikuti fase peredaran bulan yang
biasanya terjadi pada awal bulan baru atau bulan purnama. Pemijahan umumnya terjadi pada pukul 24.00 –
07.00.
PENETASAN TELUR
Telur yang dibuahi akan mengapung di permukaan air dan
berwarna transparan, dengan diameter 800-900 mikron. Telur hasil pemijahan dikumpulkan dengan
system air mengalir. Sebelum telur
ditetaskan perlu direndam dengan larutan iodine 3 ppm. Kepadatan telur dalam wadah penetasan +
1000 telur/liter. Telur akan menetas
dalam waktu 16-18 jam setelah pembuahan pada suhu 28-30 0C dan
salinitas 30-32 ppt. larva yang baru
menetas segera dipindahkan ke dalam bak pemeliharaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar