Kamis, 10 Agustus 2017

PEMBENIHAN KERAPU KERTANG

PENDAHULUAN
Kerapu kertang (Epinephelus lanceolatus) adalah jenis ikan yang berpotensi undtuk dibudidayakan karena dapat dipelihara dalam ruang terbatas, pertumbuhan yang cepat, toleran terhadap perubahan lingkungan dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi di pasar China, Hongkong, Singapura, Jepang dan Taiwan.  Jenis ikan pada umumnya dapat ditemukan di daerah estuarine, mangrove dan muara sungai, di perairan Afrika Timur, Laut Merah, Pakistan, China Selatan, Jepang Selatan, Hawai, Australia, kepulauan Fitkalin dan Indonesia.  Usaha budidaya pembesaran belum dapat dikembangkan secara luas karena terbatasnya jumlah benih dari alam.  Kebanyakan produksinya berasal dari hasil sampingan (by product) budidaya ikan kerapu jenis lainnya di kurungan jarring apung (KJA).  Fluktuatifnya pasokan benih dari alam memacu penelitian dan perekayasaan teknologi penyediaan benih Kerapu Kertang secara massal dan terkendali di unit pembenihan.
Balai besar pengembangan Budidaya Laut (BBPBL)Lampung melakukan kegiatan perekayasaan pembenihan Kerapu Kertang sejak tahun 2004, meliputi pembesaran calon induk di KJA, pematangan gonad pada bak terkendali, serta produksi telur dengan pemijahan rangsang hormone.  Pada tahun 2007 BBPBL telah berhasil melakukan kegiatan pembenihan Kerapu Kertang.

PENYEDIAAN INDUK
Induk Kerapu Kertang yang digunakan untuk pemijahan berukuran 23-50 kg/ekor, dipelihara di KJA berukuran 5x5x5 m3, atau dalam bak semen kapasitas 200 m3 yang sekaligus berfungsi sebagai bak pemijahan.  Padat tebar induk 5 kg berat badan/m3.  Pakan yang diberikan berupa ikan segar (cumi-cumi + ikan segar + daging kerangan).  Selama pemeliharaan, takaran pakan yang diberikan sebesar 2-3 % dari total berat badan ikan per dua hari sekali.  Vitamin E dan multivitamin diberikan sebanyak 10 mg/kg berat badan/minggu.  Untuk mempercepat pematangan gonad, induk diberikan hormone LHRHa secara implant dengan dosis 10-20 um/kg berat badan/2 bulan sekali.

SELEKSI INDUK
Kematangan kelamin induk jantan Kerapu Kertang dapat diketahui dengan cara mengurut bagian perut ikan (striping).  Sperma ikan siap pijah berwarna putih susu kental.  Kematangan gonad induk betina diketahui dengan cara kanulasi, yaitu memasukan selang plastic ke dalam lubang kelamin ikan kemudian dihisap.  Telur siap dipijahkan berdiameter > 450 mikron.
  
PEMIJAHAN
Pemijahan menggunakan bak semen volume 200 m3 dengan perbandingan berat jantan dan betina 1:1.  Teknik pemijahan dengan manipulasi lingkungan yaitu dengan rangsangan suhu.  Media pemeliharaan dikurangi sampai ketinggian 60-75 cm pada pagi hari dan dibiarkan terkena sinar matahari kemudian dinaikan kembali seperti semuala pada sore harinya.  Fluktuasi suhu air yang terjadi akan merangsang induk u tuk memijah.  Pemijahan induk Kerapa Kertang mengikuti fase peredaran bulan yang biasanya terjadi pada awal bulan baru atau bulan purnama.  Pemijahan umumnya terjadi pada pukul 24.00 – 07.00.
  
PENETASAN TELUR

Telur yang dibuahi akan mengapung di permukaan air dan berwarna transparan, dengan diameter 800-900 mikron.  Telur hasil pemijahan dikumpulkan dengan system air mengalir.  Sebelum telur ditetaskan perlu direndam dengan larutan iodine 3 ppm.  Kepadatan telur dalam wadah penetasan + 1000 telur/liter.  Telur akan menetas dalam waktu 16-18 jam setelah pembuahan pada suhu 28-30 0C dan salinitas 30-32 ppt.  larva yang baru menetas segera dipindahkan ke dalam bak pemeliharaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar