Jumat, 19 Januari 2018

PROBIOTIK IKAN

PENDAHULUAN

Selama ini para pembudidaya  ikan direpotkan dengan tumpukan kotoran ikan dan sisa pakan yang mengendap di dasar kolam  karena dapat mengganggu kesehatan ikan. Cara baru dalam kegiatan budidaya ikan dengan memanfaatkan bakteri Lactobacillus dan bakteri  Sakaromises  dalam proses  budidaya  ikan tanpa  penggantian  air kolam hinggapanen telah ditemukan, dengan cara fermentasi. Penggunaan probiotik dalam proses budidaya ikan, kotoran-kotoran ikan justru menjadi kebutuhan makanan bagi bakteri Lactobacilus dan bakteri Sakaromises yang akan diserap sebagai pakan utamanya.   Agar tidak terjadi booming kotoran ikan yang  tidak terserap semua oleh kedua bakteri itu, maka penting untuk menempatkan Arang dipinggir-pinggir dinding kolam bagian dasar sebanyak 1 Kg/m3 yang berfungsi untuk menyerap sisa kotoran ikan yang  tidak  dimakan oleh bakteri  Lactobacillus  dan bakteri  Sakaromises  di dalam air kolam. 

Proses Pembuatan Probiotik

1. Alat dan Bahan :
Alat :
  • Jerigen 20 liter = 1 unit
  • Timbangan 5 Kg

Bahan : 
  • Air Bersih = 18 liter
  • Yakult = 4 botol
  • Ragi Tape = 2 butir d.  Molasses (Gula Merah) = 1 Kg
  • Air Kelapa Murni (kelapa 1 buah)
  • Temulawak (suplemen untuk bakteri)
  • Arang 
Cara Mengolah Bahan :
  • Masukan air bersih 18 liter dalam jerigen
  • Tuangkan 4 botol yakult, 1 kg gula merah, 
2 buah ragi yang sudah di haluskan, dan air kelapa. 

  • Kocok selama 1-2 menit agar bahan larut dan merata.
  • Simpan jerigen beserta bahan tersebut selama 6-7 hari untuk proses fermentasi.
  • Proses fermentasi sempurna di tandai dengan cairan berubah berwarna coklat dan berbau alkohol.

d. Cara aplikasi probiotik pada kolam ikan: 
a.  Kolam yang telah terisi air bersih dan ikan, diberi probiotik/bahan yang telah di 
fermentasi setiap hari secara merata ke seluruh permukaan kolam; 
b.  Setiap 1 m3
 kolam diteteskan 100 ml bahan fermentasi; 
c.  Untuk menyerap sisa kotoran ikan yang  tidak  dimakan bakteri  Lactobacilus  dan 
bakteri  Sakaromises  di pinggir-pinggir kolam bagian dasar tambahkan arang  1 
kg/m3

d.  Akibat penetesan bahan fermentasi setiap hari air kolam akan berubah warna 
merah.


Sumber : Akhmadi, N.Z, S.PKP & Aripudin, S.St. Pi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar