PENDAHULUAN
Pemeliharaan
benih mempakan kegiatan memelihara benih yang berasal dari tempat pemeliharaan
larva (dari akuarium atau kolam) yang
berukuran sampai benih siap dipelihara di kolam pendederan. Tahapan kegiatan mulai dari persiapan kolam, penebaran
benih sampai benih dipanen tidak jauh berbeda dengan tahapan pemeliharan larva di kolam. Perbedaannya terletak pada padat tebar benih, yaitu cukup 60 - 70
ekor/m2. Pemeliharaan benih
cukup dilakukan selama 21 hari dan biasanya benih yang dihasilkan berukuran 1 - 1,5 inci dengan kelangsungan hidup dapat mencapai 90 %.
I.
Seleksi benih
Seleksi
benih dilakukan untuk memisahkan antara benih yang berukuran besar dengan benih
yang berukuran kecil. Masing-masing ukuran ditampung dalam bak yang berbeda.
Pemisahkan benih berdasarkan ukuran tersebut mempunyai tujuan agar dalam satu
kolam hanya berisi benih dengan ukuran seragam sehingga tidak ada persaingan
dalam makanan dan bila dijual, akan mendapat harga yang layak karena ukurannya seragam.
II.
Penyucihamaan
Penyucihamaan
merupakan usaha untuk menghilangkan dan mencegah
adanya penyakit dalam tubuh benih. Hal ini dilakukan agar benih terbebas dari
penyakit sehingga bila akan dipelihara lagi atau dijual ikan dalam keadaan sehat. Di samping itu, biasanya benih
yang baru dipanen banyak yang
terluka akibat goresan alat tangkap. Luka
tersebut harus disembuhkan terlebih dahulu sebelum benih dipelihara lagi atau dijual.
Ada dua cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menyucihamaan benih,
yaitu perendaman dan pencelupan.
a). Perendaman
Perendaman
merupakan cara pengobatan dengan cara ikan direndam dalam obat berdosis rendah
selama ½ - 6 jam. Ada beberapa jenis obat yang dipakai, seperti kalsium
permanganat (PK) dosis 20 mg/1 selama 30 menit, GOLD 100
dosis 2 mg/1 selama 6 jam.
b). Pencelupan
Pencelupan
merupakan pengobatan dengan cara ikan dicelupkan dalam waktu singkat dalam
larutan obat bcrdosis tinggi, Ada beberapa obat yang biasa digunakan di
antaranya malachitgreen (MG), methylin blue (MB), dan GOLD 100 dengan dosis 60
mg/1 dalam waktu 10 - 20 detik. Cara pengobatan ini yaitu ambil benih dengan
sekup net, lalu celupkan ke dalam larutan obat selama waktu tersebut, kemudian
angkat dan masukan ke dalam bak lain yang sudah berisi air bersih. Demikian
cara ini dilakukan berulang-ulang
sampai benihnya habis.
III.
Penebaran
benih
Penebaran
benih dilakukan bila kolam sudah siap. Ada empat hal yang harus diperhatikan
dalam penebaran benih, yaitu waktu penebaran, ukuran benih, padat
tebar, dan cara penebaran. Waktu penebaran sebaiknya pada pagi hari,
saat suhu air masih rendah. Ukuran benih yang ditebar harus
seragam agar perbedaan ukuran benih dalam pemeliharaan selanjutnya tidak
berbeda jauh. Padat benih di kolam pendederan satu sekitar 40 - 60 ekor/m2.
Cara penebaran benih harus dilakukan
hati-hati agar tidak banyak yang mati. Cara penebaran yang baik yaitu wadah pengangkut
didekatkan dengan permukaan air, biarkan air kolam masuk dalam wadah
pengangkut agar suhu air dalam wadah pengangkut sesuai dengan air kolam.
Setelah suhu sama, tuangkan benih ke dalam kolam sedikit demi
sedikit. Usahakan penebaran benih tidak dilakukan di satu
tempat, tetapi di beberapa tempat agar benih tersebar merata.
IV.
Pemberian pakan tambahan
Setelah
2 - 3 hari ditebar atau bila pakan alami sudah mulai berkurang, benih diberi
pakan tambahan berupa tepung pelet atau pelet butiran. Tepung pellet dapat
langsung ditebar ke kolam, sedangkan pellet butiran harus dihancurkan dulu
sebelum ditebar. Pemberian pakan tambahan ini sebaiknya dilakukan 3 kali
sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari. Tujuannya agar pakan yang
diberikan dapat dimanfaatkan semua, Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 3 %
per hari dari berat benih. Benih yang berukuran ¼ - ½ inci rata-rata mempunyai berat 0,5 g/ekor.
V.
Pengontrolan
Setiap
hari sebaiknya dilakukan pengontrolan terhadap kolam, pengairan, dan kondisi
ikan. Bila ada bocoran pada pematang segera diperbaiki agar ketinggian air dan
kesuburan kolam dapat dipertahankan. Air yang masuk ke kolam harus kontinyu
dengan debit air sekitar 0,25 - 0,50
1/dtk. Air ini uncuk mengganti air yang hilang akibat penguapan.
Kondisi ikan juga harus selalu dikontrol agar bila ada yang sakit
dapat segera ditangani, baik dengan
pencegahan maupun pengobatan.
VI.
Pemanenan
Masa
pemeliharaan bawal di kolam pendederan ini sebaiknya tidak terlalu lama, maksimal 1 bulan, karena keadaan kolam sudah
tidak cocok lagi, Oleh karenanya, bawal harus dipanen. Pemanenan bawal dilakukan dengan cara
menyurutkan air secara perlahan-lahan sampai
10 - 20 cm. Benih ditangkap sedikit demi sedikit dengan menggunakan waring. Benihnya dimasukkan ke dalam ember dan ditampung dalam hapa yang dipasang
tidak jauh dari tempat panen. Bila sudah ditangkap semua, benih dipindahkan ke
bak penampungan benih yang ada di
hatchery untuk ditangani lebih lanjut.
Bila kondisinya baik dan tidak ada kendala, benih yang di hasilkan dari
pendederan satu dapat mencapai panjang 2 - 3 inci (5 g), sedangkan benih dari pendederan dua
dapat mencapai 4 - 5 inci dengan berat rata-rata 25 g/ekor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar