1. Latar Belakang
Salah satu kelompok binaan kami yaitu Pokdakan Nila Sari yang berlokasi di Dukuh Margosuko, Desa Daleman, Kecamatan Tulung. Kelompok dengan beranggotakan 21 anggota yang berusaha dalam bidang pembesaran ikan nila. Usaha pembesaran ikan nila ini telah ada sejak awal tahun 1990-an. Namun usaha ini masih dilakukan secara perseorangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang dibuat kolam pembesaran.
Ketika kami pertama kali mencoba untuk membentuk kelompok, hal yang pertama kami lakukan yaitu meminta bantuan kepada kepala desa untuk mengumpulkan masyarakat yang memiliki usaha di bidang pembesaran ikan nila. Dengan seijin bapak lurah, kami mengadakan pertemuan di balai desa. Dari pertemuan tersebut disepakati membentuk kelompok pembudidaya iakn dengan nama “Nila Sari”. Pada pertemuan tersebut juga disepakati tentang pertemuan rutin bulanan yang diadakan setiap malam sabtu wage (dalam penanggalan jawa).
Dalam setiap pertemuan kami selaku penyuluh diberikan waktu untuk menyampaikan materi penyuluhan, informasi kedinasan dan sesi tanya jawab terhadap permasalahan usaha pembesaran ikan nila. Dari berbagai informasi dan pertanyaan dari anggota pada setiap pertemuan didapatkan permasalahan yang menjadi kendala budidaya. Diantara permasalahan yang ada yaitu tingginya harga pakan ikan, permodalan, pemasaran, dan tingginya tingkat kematian ikan pada musim pancaroba.
Setelah melihat kondisi di kolam dan interview dengan pembudidaya ikan, maka didapatkan informasi bahwa tingginya tingkat kematian pada masa pemeliharaan dapat mengakitbakan kerugian bagi pembudidaya dikarenakan hanya sedikit ikan yang dapat dipanen. Biasanya ikan sebelum mati, memiliki ciri-ciri mata keluar, berenang tidak seimbang, dan berenang menyendiri di permukaan.
Berdasar informasi tentang gejala ikan yang terserang penyakit, maka kami mencoba mencari informasi tentang penyebab dan pengobatannya. Salah satu sumber yang kami tanyakan yaitu kepada petugas Stasiun Karantina Ikan Bandara Adi Sumarmo Jogjakarta. Jawaban informasi yang dapat kami simpulkan dikarenakan bakteri yang menyerang ikan ketika daya tahan tubuh ikan melemah.
Maka kami melakukan sosialisai tentang penggunaan vitamin ke dalam pakan bertujuan agar meningkatkan daya tahan tubuh dan mengurangi kematian. Sosialisasi dilaksanakan pada beberapa pertemuan kelompok. Namun apa yang kami sampaikan belum dapat dilaksanakan oleh sebagian pembudidaya dikarenakan perlu adanya ketelatenan dalam pencampuran vitamin ke dalam pakan pada setiap pemberian pakan.
Akhirnya kami memutuskan dengan mengadakan demplot aplikasi penggunaan vitamin pada pakan untuk mengurangi tingkat kematian. Harapan dengan adanya demplot ini, pembudidaya disekitar lokasi kolam demplot dapat meniru tentang aplikasi teknologi ini. Kolam demplot yang kami gunakan yaitu kolam milik desa yang dikelola kelompok. Dimana pada akhir demplot nanti desa akan mendapatkan 15 % dari keuntungan bersih.
2. Tujuan
Tujuan diadakannya demonstrasi ini yaitu :
- Memberikan demontrasi tentang aplikasi vitamin pada pembesaran ikan nila
- Meningkatkan tingkat pertumbuhan dan kelulushidupan (SR) pada pembesaran ikan nila
- Waktu dan tempat
Kegiatan demontrasi ini dilaksanakan pada bulan Mei-September 2013 bertempat di kolam pembesaran ikan nila yang dikelola oleh Pokdakan Nila Sari.
3. Pelaksanaan
Kegiatan demontrasi aplikasi vitamin pada pembesaran ikan nila dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksaan dan evaluasi. Persiapan meliputi persiapan alat dan bahan, serta penyampaian materi. Pelaksanaan meliputi pemeliharaan ikan nila dan pengecekan kualitas air. Sedangkan evaluasi meliputi pengevaluasian hasil demontrasi dengan pelaku utama pembesar ikan nila baik dari segi teknis budidaya maupun dari analisa usaha.
Adapun metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi alat, bahan, serta cara pengaplikasian.
- Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu :
- Benih ikan nila ukur gelondong sebanyak 200 kg.
- Pakan pelet merk SPLA PT. Suri Tani Pemuka
- Vitamin ikan merk TOP SC produksi PT. INVE
- Seser ikan
- Hapa panen
- Ember pakan
- Drum pakan
- Persiapan kolam baru
- Isi kolam dengan air hingga penuh
- Pasang kawat pada inlet dan outlet kolam
- Teknik pemeliharaan
- Benih ikan nila dimasukkan kedalam kolam dengan menggunakan proses aklimatisasi.
- Ikan diberi makan sebanyak 2 x sehari dengan dosis pakan secara add libitum (sampai kenyang).
- Vitamin diberikan melalui pakan pelet pada setiap pakan pagi selama 3 hari seminggu.
- Dilakukan pemuasaan selama 24 jam bila akan panen.
- Teknik pencampuran vitamin pada pakan
- Dosis pemberian vitamin yaitu 2 gram vitamin untuk 1 kg pakan
- Vitamin dilarutkan pada air sumur menggunakan ember
- Pakan direndam dengan larutan vitamin selama 5 menit dan dicampur merata
4. Evalusi Kegiatan
Pemeliharaan ikan mengikuti teknik yang biasa dilakukan oleh pembudidaya sekitar dengan 3 kali pemberian pakan sehari dan menggunakan pakan SPLA buatan PT. Suri Tani Pemuka. Adapun benih kami belikan ukur gelondong (isi 60 ekor/kg) dari pendeder di sekitar kami. Input teknologi yang kami ingin sampaikan yaitu pemberian vitamin melalui pencampuran pakan pada setiap kali pagi ketika pemberian pakan. Adapun biaya produksi dapat dilihat pada tabel berikut :
| No | Jenis | Jumlah | Harga Satuan | Total |
| 1 | Benih | 210 kg | 22.000 | 4.620.000 |
| 2 | Pakan SPLA | 62 sak | 240.000 | 14.880.000 |
| 3 | Vitamin merk Inve | 4 botol | 120.000 | 480.000 |
| Total | 19.980.000 | |||
Tenaga pemberi pakan dan keamanan penjagaan kolam diserahkan kepada salah satu pembudidaya sekitar dengan upah bagi hasil 30 % dari keuntungan bersih. Sedangkan penyuluh selaku pemilik modal dan konsultan mendapatkan 50 %.
Setelah dipelihara selama 5 bulan pemeliharaan (Mei-September 2013) didapatkan panen secara bertahap (parsial) sebagai berikut :
| No | Bulan panen | Jumlah | Harga Satuan | Total |
| 1 | Juli | 420 | 17500 | 7.350.000 |
| 2 | Agustus | 490 | 20000 | 9.800.000 |
| 3 | September | 510 | 19000 | 9.690.000 |
| TOTAL | 26.840.000 | |||
Adapun keuntungan yang didapat yaitu :
| No | Keterangan | Jumlah |
| 1 | Penjualan ikan | 26.840.000 |
| 2 | Modal usaha | 19.980.000 |
| Jumlah | 6.860.000 | |
Dari evaluasi demplot yang kami lakukan dengan kelompok Nila Sari disimpulkan bahwa aplikasi penggunaan vitamin pada pembesaran ikan nila memberikan dampak menurunnya tingkat kematian dan memberikan hasil panen yang lebih baik. Selain itu, transfer teknologi melalui demplot dirasa lebih efektif kepada pembudidaya dan dapat mensejahterakan pembudidaya dan penyuluh perikanan.
5. Penutup
5. Penutup
Kegiatan demplot “Aplikasi Vitamin pada Pembesaran Ikan Nila memberikan tingkat kelulushidupan dan pertumbuhan yang baik dengan tingkat FCR 1,5. Sehingga diharapkan dengan demonstrasi ini dapat menjadi contoh dalam kegiatan pembesaran ikan nila.
Sumber : Adi Nugroho (Luhkan Kab. Klaten - Jawa Tengah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar