Senin, 16 Juni 2014

PEMBESARAN UDANG GALAH

PENDAHULUAN

1.    Latar Belakang
Pengembangan usaha budidaya udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man) merupakan usaha perikanan yang cukup prospektif untuk dikembangkan, karena harga jual yang tinggi serta permintaan pasar yang cukup signifikan mampu menghadirkan udang ini menjadi andalan komoditas perikanan di masa mendatang. Udang  galah merupakan salah satu peluang usaha yang dapat dikembangkan mengingat  permintaan pasar nasional saat ini yang semakin tinggi.  

2.     Penyediaan Sarana dan Prasarana
Kelancaran dalam kegiatan produksi ditunjang oleh sarana dan prasarana yang ada, subsistem satu ini merupakan struktur yang paling bawah  dan dasar melakukan bisnis. Sarana budidaya adalah peralatan yang diperlukan  langsung dalam kegiatan produksi, sedangkan prasarana memiliki pengertian segala sesuatu yang dapat menunjang kegiatan produksi.  Sarana produksi yang dibutuhkan dalam budidaya udang galah adalah benih, pupuk kandang, pupuk buatan, kapur, pakan dan obat-obatan. Sedangkan prasarana yang menunjang untuk kegiatan usaha budidaya yaitu lahan sebagai media hidup dan peralatan untuk panen serta pengangkutan.


3.     Persiapan Kolam
Persiapan kolam dalam suatu budidaya adalah salah satu faktor keberhasilan dalam suatu usaha budidaya ikan termasuk budidaya udang galah. Sebelum penebaran benih dilakukan, kolam perlu dikeringkan untuk menghilangkan senyawa beracun, mempercepat proses mineralisasi dari sisa bahan organik serta membasmi hama dan penyakit. Selama pengeringan dilakukan perbaikan pematang, saluran pemasukan, dan pengeluaran serta pengolahan tanah dasar kolam. Setelah dilakukan pengeringan lalu proses selanjutnya adalah pengapuran agar tanah dasar keasamannya dapat dikurangi. Jumlah kapur yang di berikan kurang lebih 100 gram/m2.
Langkah selanjutnya setelah pengapuran adalah pemberian pupuk, pupuk yang diberikan oleh pembudidaya udang galah adalah pupuk  Kandang, Urea dan TSP. Pemupukan ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan makanan alami, terutama plankton nabati. Penggunaan pupuk kandang 100 gram/m2 Urea 50 gram/m2 sedangkan penggunaan TSP 50 gram/m2. Setelah dilakukan persiapan kolam, dialirkan air setinggi 30 cm.  Setelah 3 – 4 hari, air dinaikan 50 – 60 cm. Kemudian kolam diberi pelindung berupa pelepah daun kelapa yang diletakkan di dasar kolam. 

4.     Penebaran Benih
Penebaran benih udang galah  (juvenil) biasanya dilaksanakan pada pagi  hari atau sore hari dengan aklimatisasi (penyesuaian suhu) sebelumnya kurang lebih selama 15 menit.  Aklimatisasi dilakukan dengan cara mengapungkan kantong plastik yang berisi benur selama kurang lebih 15 menit agar suhu air di wadah kantong plastik dan di kolam menjadi sama. Setelah itu kantong plastik dibuka dalam kolam pembesaran.  Penyesuaian suhu dilakukan untuk menghindari stres akibat perbedaan suhu air media, akibat proses pengangkutan dengan air kolam. Padat tebar udang galah yang optimal adalah 10-15 ekor/m2 untuk pembesaran, dan 25-50 ekor/m2 untuk pentokolan.

5.     Pemberian Pakan
Pakan yang diberikan untuk udang galah berupa pakan buatan (pelet). Pada umumnya pemberian pakan dilakukan dalam tiga kali sehari yaitu pagi, siang, dan sore hariPakan sebaiknya diberikan berkisar antara 15-30 % setiap harinya untuk pentokolan dan 8-10 % dari berat biomas untuk pembesaran. Pembudidaya udang galah melakukan pemberian pakan tidak menggunakan dosis tetapi hanya perkiraan saja. Udang galah mempunyai sifat yang kurang agresif dalam hal menyergap makanan, oleh karena itu makanan yang diberikan harus tenggelam dalam air, tidak membusuk dalam waktu 10 jam, berbentuk remah (crumble) yang tidak mudah hancur dalam air, dan berprotein tinggi.

6.     Pemanenan
Udang Vannamei dapat dipanen setelah berumur 100 – 120 hari. Sistem pemanenan yang dilakukan pembudidaya umumnya dilakukan panen total pada malam atau pagi hari.  Teknik pemanenan dilakukan dengan mengeluarkan air di dalam tambak dengan mencabut pipa pengatur ketinggian air atau membuka pintu air, yang sebelumnya telah dipasang jaring panen, sehingga bila pintu air dibuka udang-udang dapat terkumpul di dalam jaring.  Sisa udang yang tidak tertangkap dalam petakan tambak diambil secara manual (pemungutan).  Hasil panen ditampung dalam wadah penampungan (drum atau blong) untuk diangkut ke tempat penampungan udang. 

7.     Pasca Panen
Penanganan (handling) hasil udang galah setelah panen harus diusahakan agar udang selalu dalam keadaan segar karena tingkat keberhasilan pasca panen akan mempengaruhi nilai jual.  Hasil panen pembudidaya udang galah di Kecamatan Cisolok rata-rata baru mencapai 26% dari padat tebar.  Menurut BBAT (2000), hasil panen yang baik/optimal adalah 50-60% dari padat tebar.

8.     Pemasaran

Subsistem Pemasaran Mencakup pemasaran hasil-hasil usahatani untuk pasar domestik maupun ekspor.  Ketersediaan pasar sangat penting untuk kelangsungan produksi, apabila proses produksi telah berjalan maka keberhasilan kegiatan agribisnis udang galah  ditentukan oleh kemampuannya  untuk menganalisa dan mengantisipasi pasar. Beberapa yang perlu diperhatikan sebelum melangkah ke aspek pasar antara lain : sasaran pasar,  strategi dan persaingan dan persaingan pasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar