Rabu, 07 Februari 2018

BUDIDAYA PENDEDERAN DAN PEMBESARAN UDANG GALAH (Pola Pembiayaan Konvensional)

Usaha budidaya udang galah yang dilakukan oleh masyarakat di DIY adalah dalam skala mikro.
Kegiatan budidaya udang galah yang dikembangkan adalah pendederan dan pembesaran di lahan kolam dengan menggunakan sistem dan teknologi semi intensif.

Dana untuk investasi dan modal kerja bersumber dari modal sendiri, karena belum ada bank yang bersedia memberikan pinjaman untuk budidaya udang galah.
Permintaan udang galah pada umumnya fluktuatif dan konsumennya masih bersifat lokal yaitu rumah tangga, rumah makan dan pasar swalayan. Peningkatan permintaan terjadi pada bulan Desember -Januari dan Juni - Juli.
Budidaya udang galah relatif baru berkembang sehingga peluang pengembangan masih terbuka.
Harga udang konsumsi pada semester I tahun 2003 di tingkat pembudidaya berkisar antara Rp.29.000 - Rp.40.000, tergantung pada wilayah produksi, ukuran dan mutu produk. Sedangkan harga ditingkat konsumen berkisar antara Rp.75.000 - Rp.100.000 per kg.
Ditinjau dari segi teknis, budidaya pendederan dan pembesaran udang galah relatif lebih mudah dan cepat dapat diadopsi masyarakat dibandingkan dengan pembenihan.
Berdasarkan analisis kelayakan finansial terhadap budidaya pendederan dan pembesaran udang galah, pada tingkat discount rate 22% usaha ini memberikan NPV sebesar Rp.45.634.954, Net B/C ratio = 2,71 dan IRR 99,37%. Artinya proyek ini secara finansial layak untuk dilaksanakan sampai pada tingkat suku bunga 99%. Dari segi PBP, proyek ini mampu mengembalikan modal investasinya dalam waktu 8 bulan.
Analisis sensitivitas terhadap perubahan penerimaan menunjukkan bahwa proyek ini sensitif terhadap penurunan penerimaan sampai dengan 15% dengan asumsi biaya operasional konstan. Pada tingkat perubahan tersebut proyek tidak layak untuk dilaksanakan.
Analisis sensitivitas terhadap perubahan biaya operasional menunjukkan bahwa proyek ini sensitif terhadap kenaikan biaya operasional sampai dengan 20% dengan asumsi penerimaan proyek dan biaya investasi konstan. Pada tingkat perubahan tersebut proyek ini tidak layak untuk dilaksanakan.
Analisis sensitivitas terhadap perubahan penerimaan dan biaya operasional menunjukkan bahwa proyek ini sensitif terhadap penurunan penerimaan dan kenaikan biaya operasional sampai dengan 9% dengan asumsi biaya investasi konstan. Pada tingkat perubahan tersebut proyek ini tidak layak untuk dilaksanakan.
Sumber: Bank Indonesia, -----. POLA PEMBIAYAAN USAHA KECIL (PPUK) BUDIDAYA PENDEDERAN DAN PEMBESARAN UDANG GALAH (Pola Pembiayaan Konvensional). Direktorat Kredit, BPR dan UMKM, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar