Pendahuluan
lkan demersal yang banyak hidup tersebar di hampir seluruh perairan
Indonesia pada umumnya ditangkap dengan menggunakan pancing ulur dan masih
sedikit yang menggunakan bubu. Khusus nelayan yang berbasis di Juwana, pada
umumnya banyak yang melakukan aktifitas penangkapan ikan demersal dengan bubu
di perairan sekitar Pulau Karimunjawa. Penangkapan ikan demersal dengan
menggunakan bubu sudah termasuk ke dalam skala usaha penangkapan menengah ke
atas, untuk itu diperlukan modal yang besar untuk memulainya.
Sebagai gambaran, di bawah mi dijelaskan mengenai konstruksi, operasi,
umpan yang dapat dipakai, musim penangkapan dan daerah penangkapan dari bubu
demersal yang dapat dijadikan sebagai acuan sebelum melakukan usaha penangkapan
dengan bubu demersal.
Konstruksi
Rangka bubu
terbuat dari bambu dan badan bubu terbuat dari anyaman kawat galvanis
berdiameter 2 mm dengan mesh size 4 cm. Ukuran bubu ke
bagian panjang 170 cm, ke bagian lebar 100 cm dan tinggi 60 cm. Ukurannya dapat
berbeda antara nelayan satu dan nelayan lainnya meskipun masih dalam satu
daerah.
Metode
operasi
Pemasangan
bubu di daerah penangkapan dipasang satu demi satu kemudian diuntai. Satu
untaian bubu biasanya hanya terdiri dari 7 buah bubu dengan jarak satu dan
lainnya antara 20 - 30 m. Dalam satu kali operasi dapat dipasang sebanyak
50-60 rangkaian bubu atau banyak sedikitnya tergantung kemampuan perahu, modal
usaha dan kemampuan nelayan untuk mengoperasikannya. Perendaman bubu mulai dari
7-10 hari pengangkatan umumnya dilakukan dipagi hari dengan mempergunakan line
hauler.
Alat bantu
penangkapan
Alat bantu
penangkapan dapat memakai line hauler atau gardan yang dibuat
dari besi.
Perahu dan
nelayan Perahu dan nelayan
Perahu dan
nelayan
Pengoperasian
bubu dapat dilakukan dengan menggunakan perahu ukuran 30-90 CT yang dilengkapi
dengan line hauler, kompas, SSB dan OPS. Banyaknya nelayan dalam
satu kali operasi berjumlah antara 5- 10 orang.
Musim
penangkapan
Musim
penangkapan umumnya dilakukan pada musim timur, tetapi pengoperasian bubu dapat
dilakukan sepanjang tahun.
Daerah
penangkapan
Daerah
penangkapan yang umum dijadikan tempat beroperasinya bubu ikan demersal adalah
perairan yang sebelumnya sudah diperkirakan banyak dihuni ikan demersal,
Kedalaman antara 29-100 m dengan dasar perairan sedikit berkarang.
Pemeliharaan
alat
Untuk
memelihara alat tangkap supaya tahan lama, setiap setelah dipergunakan
sebaiknya dibersihkan dengan air tawar, yang rusak diperbaiki atau diganti
dengan yang baru.
Jenis hasil
tangkapan
Ikan demersal
, kerapu, genot-gerot, hue, kurusi, cucut, kambing-kambing,
Umpan
Umpan yang
dipakai biasanya adalah ikan rucah
Pengadaan
alat dan bahan
Bahan dan
alat untuk pembuatan bubu bisa dicari di toko material.
Kisaran harga
satuan peralatan
Perahu motor Rp 30.000.000,- sd Rp 100.000.000,-. Satu buah
bubu dan tali teali Rp 25.000 sd Rp 50.000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar