Jumat, 14 Februari 2014

BUBU IKAN DEMERSAL

Pendahuluan
lkan demersal yang banyak hidup tersebar di hampir seluruh perairan Indonesia pada umumnya ditangkap dengan menggunakan pancing ulur dan masih sedikit yang menggunakan bubu. Khusus nelayan yang berbasis di Juwana, pada umumnya banyak yang melakukan aktifitas penangkapan ikan demersal dengan bubu di perairan sekitar Pulau Karimunjawa. Penangkapan ikan demersal dengan menggunakan bubu sudah termasuk ke dalam skala usaha penangkapan menengah ke atas, untuk itu diperlukan modal yang besar untuk memulainya.
Sebagai gambaran, di bawah mi dijelaskan mengenai konstruksi, operasi, umpan yang dapat dipakai, musim penangkapan dan daerah penangkapan dari bubu demersal yang dapat dijadikan sebagai acuan sebelum melakukan usaha penangkapan dengan bubu demersal.

 Konstruksi
Rangka bubu terbuat dari bambu dan badan bubu terbuat dari anyaman kawat galvanis berdiameter 2 mm dengan mesh size 4 cm. Ukuran bubu ke bagian panjang 170 cm, ke bagian lebar 100 cm dan tinggi 60 cm. Ukurannya dapat berbeda antara nelayan satu dan nelayan lainnya meskipun masih dalam satu daerah.

Metode operasi
Pemasangan bubu di daerah penangkapan dipasang satu demi satu kemudian diuntai. Satu untaian bubu biasanya hanya terdiri dari 7 buah bubu dengan jarak satu dan lainnya antara 20 - 30 m. Dalam satu kali operasi dapat  dipasang sebanyak 50-60 rangkaian bubu atau banyak sedikitnya tergantung kemampuan perahu, modal usaha dan kemampuan nelayan untuk mengoperasikannya. Perendaman bubu mulai dari 7-10 hari pengangkatan umumnya dilakukan dipagi hari dengan mempergunakan line hauler.

 Alat bantu penangkapan
Alat bantu penangkapan dapat memakai line hauler atau gardan yang dibuat dari besi.

Perahu dan nelayan Perahu dan nelayan
Perahu dan nelayan
Pengoperasian bubu dapat dilakukan dengan menggunakan perahu ukuran 30-90 CT yang dilengkapi dengan line hauler, kompas, SSB dan OPS. Banyaknya nelayan dalam satu kali operasi berjumlah antara 5- 10 orang.

Musim penangkapan
Musim penangkapan umumnya dilakukan pada musim timur, tetapi pengoperasian bubu dapat dilakukan sepanjang tahun.

Daerah penangkapan
Daerah penangkapan yang umum dijadikan tempat beroperasinya bubu ikan demersal adalah perairan yang sebelumnya sudah diperkirakan banyak dihuni ikan demersal, Kedalaman antara 29-100 m dengan dasar perairan sedikit berkarang.

Pemeliharaan alat
Untuk memelihara alat tangkap supaya tahan lama, setiap setelah dipergunakan sebaiknya dibersihkan dengan air tawar, yang rusak diperbaiki atau diganti dengan yang baru.

Jenis hasil tangkapan
Ikan demersal , kerapu, genot-gerot, hue, kurusi, cucut, kambing-kambing,

Umpan
Umpan yang dipakai biasanya adalah ikan rucah

Pengadaan alat dan bahan
Bahan dan alat untuk pembuatan bubu bisa dicari di toko material.

Kisaran harga satuan peralatan
Perahu motor  Rp 30.000.000,- sd  Rp 100.000.000,-. Satu buah bubu dan tali teali Rp 25.000 sd Rp 50.000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar