Ada 2 cara pengasapan utama yang biasa dilakukan ialah
Pengasapan Dingin (cold smoking) dan
Pengasapan Panas (hot smoking), pada
pengasapan dingin suhu asap tidak boleh melebihi 400C, kelembaban nisbi (R.H)
yang terbaik antara 60 – 70%. Di atas 70% proses pengeringan berlangsung sangat
lambat dan di bawah 60 % permukaan ikan akan mengering terlalu cepat, kadar air
ikan asap yang dihasilkan dengan cara pengasapan dingin relatif rendah,
sehingga pengasapan terutama diterapkan untuk tujuan pengawetan ikan (ikan
asapnya lebih awet dari pada yang dihasilkan dengan cara pengasapan panas).
Pada pengasapan panas, suhu asap mencapai 1200C atau lebih dan
suhu pada daging ikan bagian dalam dapat mencapai 600C. Kadar air ikan asap
yang dihasilkan relatif masih tinggi, sehingga daya awetnya lebih rendah
daripada yang dihasilkan dengan cara pengasapan dingin. Pengasapan panas
biasanya menghasilkan ikan asap yang mempunyai rasa yang baik. Untuk memperoleh
rasa ikan asap yang diinginkan, perlu dilakukan variasi pada penggaraman dan
perlakuan-perlakuan pendahuluannya Peralatan yang dipergunakan pada pengasapan panas dan pengasapan
dingin ialah kamar asap tradisional atau mekanik, kamar tradisional sangat
sederhana dan ikan hanya di gantungkan di atas api yang berasal dari serbuk gergaji. Kontrol terhadap jumlah panas dan
asap yang dihasilkan sangat sulit dilakukan, oleh karena itu dalam usaha
memperbaiki proses pengasapan telah dikembangkan berbagai pola kamar asap
mekanik. Dalam kamar asap mekanik ini suhu dan asap yang mengalir kedala kamar
asap dapat dikontrol dengan baik dan mudah.
Sumber :
http://a289431program.blogspot.com/2012/12/informasi-teknologi-perikanan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar